Menu

Rabu, 10 Juni 2015

ARTIKEL PENGANGGURAN

A. Pengertian Pengangguran



Pengangguran adalah penduduk yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan atau mempersiapkan suatu usaha baru atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan atau penduduk yang tidak mencari pekerjaan karena sudah diterima bekerja/ mempunyai pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Menurut Sakernas (Survey Keadaan Angkatan Kerja Nasional), pengangguran didefinisikan sebagai berikut:
1.        mereka yang sedang mencari pekerjaan dan saat itu tidak bekerja;
2.       mereka yang mempersiapkan usaha yaitu suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dalam rangka mempersiapkan suatu usaha/pekerjaan yang baru;
3.       mereka yang tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan, disebut dengan penganggur putus asa; dan
4.      mereka yang sudah mempunyai pekerjaan, tetapi belum mulai bekerja.

B. Jenis-jenis Pengangguran



Pengangguran dapat dibagi-bagi menurut lama waktu kerja dan sebab-sebabnya. Kita dapat mengelompokkan pengangguran berdasarkan sudut pandang kita. Berikut ini diuraikan jenis-jenis pengangguran.



a Menurut lama waktu bekerja, 
pengangguran dibedakan menjadi sebagai berikut.

1.   1.  Pengangguran terselubung merupakan tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena sesuatu alasan tertentu, misalnya:
- Kurang terampil dalam pekerjaannya karena pendidikannya rendah.
- Baru mulai bekerja atau kurang pengalaman dalam bekerja.
- keterpaksa yang membuat orang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan keterampilannya.



2. 2. Pengangguran terbuka adalah tenaga kerja yang sungguh sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Penyebabnya antara lain:
- Tidak tersedianya lapangan kerja.
- Lapangan kerja yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
- Tidak berusaha mencari pekerjaan secara keras karena memang malas.



3 3. Setengah pengangguran dapat dikelompokkan menjadi setengah pengangguran kentara (visible underemployment) yakni mereka yang bekerja kurang dari jam normal (kurang dari 35 jam/minggu). Petani-petani di Indonesia banyak yang termasuk sebagai setengah pengangguran kentara karena petani yang hanya memiliki lahan yang sempit biasanya bekerja kurang dari 35 jam/minggu dan setengah pengangguran tidak kentara (invisible underemployment) atau pengangguran terselubung (disguised unemployment) yaitu mereka yang produktivitas kerja rendah dan pendapatannya rendah.



b. Menurut sebab terjadinya, pengangguran dapat digolongkan menjadi sebagai berikut.
1.   
1.Pengangguran struktural adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan dalam struktur perekonomian. Pada umumnya negara berupaya mengembangkan perekonomian dari pola agraris ke industri.

2.   2.Pengangguran friksional adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yang disebabkan oleh kondisi geografis, informasi yang tidak sempurna, dan proses perekrutan yang lama.

3.  3.Pengangguran teknologi yaitu pengangguran yang disebabkan penggunaan teknologi seperti mesin-mesin modern, sehingga mengurangi penggunaan tenaga kerja manusia.

5.    4.  Pengangguran konjungtur
Pengangguran konjungtur adalah pengangguran yang disebabkan oleh adanya siklus konjungtur (perubahan kegiatan perekonomian). Misalnya: pada masa 1960 -1980 an titik berat pembangunan nasional Indonesia ditekankan pada bidang pertanian, sehingga insinyur-insinyur pertanian mudah mendapatkan pekerjaan. Pada masa setelah itu sesuai kebijakan pemerintah titik berat pembangunan bergeser ke bidang industri pengolahan dan manufaktur sehingga banyak insinyur-insinyur pertanian yang sulit mendapat pekerjaan/ menganggur.

6.    5.   Pengangguran yang disebabkan oleh isolasi geografis
Pengangguran ini dialami oleh masyarakat yang terpencil dari pusat kegiatan ekonomi. Pengangguran seperti ini biasanya akan menimbulkan urbanisasi.



C. Penyebab Pengangguran



Ada beberapa sebab yang menimbulkan pengangguran yaitu sebagai berikut.
1.    1.Pertumbuhan penduduk yang cepat menciptakan banyak pengangguran karena meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja.
2.      2. Ketidakberhasilan sektor industri. Pola investasi yang ada cenderung padat modal menyebabkan semakin kecil terjadinya penyerapan tenaga kerja.
3.       Angkatan kerja tidak dapat memenuhi kualifikasi persyaratan yang diminta oleh dunia kerja.
4.      3. Ketidakstabilan perekonomian, politik, dan keamanan negara. Krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 juga menyebabkan terjadinya pengangguran sebanyak 15,4 juta orang.
5.    4.Pajak penghasilan(PPn) yang tinggi (progresif) akan membuat orang cenderung mengurangi jam kerja.
6.       Perkembangan teknologi tinggi yang tidak diimbangi oleh keterampilan dan pendidikan dari para pencari kerja.
7.       5. Tidak ada kecocokkan upah, karena tidak semua perusahaan mampu dan bersedia m empekerjakan seorang pelamar dengan tingkat upah yang diminta pelamar.
8.          6.Tidak memiliki kemauan wirausaha. Orang yang tidak punya kemauan kerja tidak akan berusaha menciptakan lapangan kerja sehingga ia harus menunggu uluran tangan dari orang lain.
9.              7. Adanya diskriminasi ras, gender, orang cacat mengakibatkan timbulnya pengangguran.


D. Dampak Pengangguran



1.Pengangguran sangat berdampak pada kehidupan perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang menurun, dan bahkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang menurun adalah salah satu dampak pengangguran. Berikut ini beberapa dampak pengangguran terhadap perekonomian dan kehidupan sosial



1.      2.  Menurunkan Aktivitas Perekonomian
Pengangguran menyebabkan turunnya daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat yang menurun menyebabkan turunnya permintaan terhadap barang dan jasa. Hal ini mengakibatkan para pengusaha dan investor tidak bergairah melakukan perluasan dan pendirian industri baru sehingga aktivitas perekonomian menjadi turun.



2.      3.Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Per Kapita
Orang yang tidak bekerja (menganggur) tidak akan menghasilkan barang dan jasa. Itu berarti semakin banyak orang yang menganggur maka PDB (Produk Domestik Bruto) yang dihasilkan akan menurun. PDB yang menurun akan menyebabkan turunnya pertumbuhan ekonomi sekaligus turunnya pendapatan per kapita.



3.     4. Meningkatkan Biaya Sosial
Pengangguran ternyata mengakibatkan meningkatnya biaya sosial. Karena, pengangguran mengharuskan masyarakat memikul biaya-biaya seperti biaya perawatan pasien yang stres (depresi) karena menganggur, biaya keamanan dan biaya pengobatan akibat meningkatnya tidak kriminalitas yang dilakukan oleh penganggur, serta biaya pemulihan dan renovasi beberapa tempat akibat demonstrasi dan kerusuhan yang dipicu oleh ketidakpuasan dan kecemburuan sosial para penganggur.



4.   5. Menurunkan Tingkat Keterampilan
Dengan menganggur, tingkat keterampilan sesepramg akan menurun. Semakin lama menganggur, semakin menurun pula tingkat keterampilan seseorang.



5.      6. Menurunkan Penerimaan Negara
Orang yang menganggur tidak memiliki penghasilan (pendapatan). Itu berarti semakin banyak orang yang menganggur, akan semakin turun pula penerimaan negara yang diperoleh dari pajak penghasilan.

E. Cara Mengatasi Pengangguran

Secara umum cara mengatasi pengangguran adalah dengan meningkatkan investasi, meningkatkan kualitas SDM, transfer teknologi dan penemuan teknologi baru, pembenahan perangkat hukum dalam bidang ketenagakerjaan, dan lainlain. Secara teknis kebijakan upaya-upaya ke arah itu dapat ditempuh dengan berbagai kebijakan misalnya :



1.        1.Menyelenggarakan bursa pasar kerja
Bursa tenaga kerja adalah penyampaian informasi oleh perusahaan-perusahaan atau pihak-pihak yang membutuhkan tenaga kerja kepada masyarakat luas. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar terjadi komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja. Selama ini banyak informasi pasar kerja yang tidak mampu tersosialisasikan sampai ke masyarakat, sehingga mengakibatkan informasi lowongan kerja hanya bisa diakses oleh golongan tertentu.



2.     2.  Menggalakkan kegiatan ekonomi informal
Kebijakan yang memihak kepada pengembangan sektor informal, dengan cara mengembangkan industri rumah tangga sehingga mampu menyerap tenaga kerja. Dewasa ini telah ada lembaga pemerintah yang khusus menangani masalah kegiatan ekonomi informal yakni Departemen Koperasi dan UKM. Selain itu dalam pengembangan sektor informal diperlukan keterpihakan dari Pemda setempat.



3.    3.  Meningkatkan keterampilan tenaga kerja
Pengembangan sumber daya manusia dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan bersertifikasi internasional. Berdasarkan survei tentang kualitas Tenaga Kerja menunjukkan bahwa ranking Human Development Index Indonesia di Asia pada tahun 2000 berada di peringkat 110. Sementara negara lain seperti Vietnam ada diperingkat 109, Filipina (77), Thailand (69), Malaysia (59), Brunei Darussalam (32), Singapura (25), Jepang (9). Data ini menunjukkan rendahnya kualitas sumber daya manusia sehingga peningkatan keterampilan mereka menjadi sangat perlu dilakukan.



4.      4. Meningkatkan mutu pendidikan
Mendorong majunya pendidikan, dengan pendidikan yang memadai memungkinkan seseorang untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik. Dewasa ini sesuai dengan perintah undang-undang, pemerintah diamanatkan untuk mengalokasikan dana APBN sebesar 20% untuk bidang pendidikan nasional.



5.      5. Mendirikan pusat-pusat latihan kerja
Pusat-pusat latihan kerja perlu didirikan untuk melaksanakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi yang ada.



6.    6.   Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Pemerintah perlu terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga akan memberikan peluang bagi penciptaan kesempatan kerja.



7.       7. Mendorong investasi
Pemerintah perlu terus mendorong masuknya investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk menciptakan kesempatan kerja di Indonesia.



8.      8.Meningkatkan transmigrasi
Transmigrasi merupakan langkah pemerintah meratakan jumlah penduduk dari pulau yang berpenduduk padat ke pulau yang masih jarang penduduknya serta mengoptimalkan sumber kekayaan alam yang ada.



9.   9.  Melakukan deregulasi dan debirokrasi
Deregulasi dan debirokrasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru. Deregulasi artinya adalah perubahan peraturan aturan main terhadap bidang-bidang tertentu. Deregulasi biasanya ke arah penyederhanaan peraturan. Debirokrasi artinya perubahan struktur aparat pemerintah yang menangani bidang-bidang tertentu. Debirokrasi biasanya ke arah penyederhanaan jumlah pegawai/lembaga pemerintah yang menangani suatu urusan tertentu.



1   10 . Memperluas lapangan kerja
Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru terutama yang bersifat padat karya. Dengan adanya era perdagangan bebas secara regional dan internasional sebenarnya terbuka lapangan kerja yang semakin luas tidak saja di dalam negeri juga ke luar negeri. Ini tergantung pada kesiapan tenaga kerja untuk bersaing secara bebas di pasar tenaga kerja internasional.


Kebijakan Pemerintah dalam Mengatasi Pengangguran

 kondisi Indonesia masalah pengangguran harus dapat diatasi dengan berbagai upaya.Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagikemanusiaan sesuai dengan UUD 45 pasal 27 ayat 2. Sebagai solusi pengangguranberbagai strategi dan kebijakan dapat ditempuh, untuk itu diperlukan kebijakan yaitu
a.) Pemerintah memberikan bantuan wawasan, pengetahuan dan kemampuan jiwakewirausahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berupa bimbingan teknis danmanajemen memberikan bantuan modal lunak jangka panjang, perluasan pasar. Sertapemberian fasilitas khusus agar dapat tumbuh secara mandiri dan andal bersaing dibidangnya. Mendorong terbentuknya kelompok usaha bersama dan lingkungan usaha yangmenunjang dan mendorong terwujudnya pengusaha kecil dan menengah yang mampumengembangkan usaha, menguasai teknologi dan informasi pasar dan peningkatan polakemitraan UKM dengan BUMN, BUMD, BUMS dan pihak lainnya.
b.) Segera melakukan pembenahan, pembangunan dan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya daerah yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas denganmembangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnyapotensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber dayaalam, sumber daya manusia.
c.) Segera membangun lembaga sosial yang dapat menjamin kehidupan penganggur.Seperti PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PT Jamsostek) Dengan membangun lembagaitu, setiap penganggur di Indonesia akan terdata dengan baik dan mendapat perhatiankhusus. Secara teknis dan rinci.
d.) Segera menyederhanakan perizinan dan peningkatan keamanan karena terlalubanyajenis perizinan yang menghambat investasi baik Penanamaan Modal Asing maupunPenanaman Modal Dalam Negeri. Hal itu perlu segera dibahas dan disederhanakansehingga merangsang pertumbuhan iklim investasi yang kondusif untuk menciptakanlapangan kerja.
e.) Mengembangkan sektor pariwisata dan kebudayaan Indonesia (khususnyadaerah-daerah yang belum tergali potensinya) dengan melakukan promosi-promosikeberbagai negara untuk menarik para wisatawan asing, mengundang para investor untukikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dankebudayaan yang nantinya akan banyak menyerap tenaga kerja daerah setempat.
f.) Melakukan program sinergi antar BUMN atau BUMS yang memiliki keterkaitanusaha atau hasil produksi akan saling mengisi kebutuhan. Dengan sinergi tersebut makakegiatan proses produksi akan menjadi lebih efisien dan murah karena pengadaan bahanbaku bisa dilakukan secara bersama-sama. Contoh, PT Krakatau Steel dapat bersinergidengan PT. PAL Indonsia untuk memasok kebutuhan bahan baku berupa pelat baja.
g.) Dengan memperlambat laju pertumbuhan penduduk (meminimalisirkan menikahpada usia dini) yang diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan sisi angkatan kerjabaru atau melancarkan sistem transmigrasi dengan mengalokasikan penduduk padat kedaerah yang jarang penduduk dengan difasilitasi sektor pertanian, perkebunan ataupeternakan oleh pemerintah.
h.) Menyeleksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan dikirim ke luar negeri. Perluseleksi secara ketat terhadap pengiriman TKI ke luar negeri.Sebaiknya diupayakantenaga-tenaga terampil.Hal itu dapat dilakukan dan diprakarsai oleh Pemerintah Pusatdan Daerah.
i.) Segera harus disempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan nasional(Sisdiknas). Sistem pendidikan dan kurikulum sangat menentukan kualitas pendidikan yang berorientasi kompetensi.Karena sebagian besar para penganggur adalah paralulusan perguruan tinggi yang tidak siap menghadapi dunia kerja. 
j.) Segera mengembangkan potensi kelautan dan pertanian. Karena Indonesiamempunyai letak geografis yang strategis yang sebagian besar berupa lautan dan pulau-pulau yang sangat potensial sebagai negara maritim dan agraris.

 Tingkat Penganguran di Indonesia


Berita terkini:

Jakarta, CNN Indonesia -- Melambatnya pergerakan roda ekonomi membawa dampak bagi sektor ketenagakerjaan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dalam kurun waktu satu tahun tingkat pengangguran di Indonesia mengalami pertambahan sebanyak 300 ribu jiwa.

Kepala BPS Suryamin mengatakan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mengalami peningkatan dibandingkan dengan Agustus 2014 sebanyak 210 ribu jiwa. Sementara jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu bertambah 300 ribu jiwa.

Suryamin menjelaskan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mencapai 7,4 juta orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang mengalami kenaikan untuk tingkat pendidikan tinggi.

"Ini karena ekonomi melambat, sehingga terjadi peningkatan pengangguran," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).

Berdasarkan data BPS, pengangguran untuk lulusan strata satu (S1) pada Februari 2015 menjadi 5,34 persen dibanding Februari tahun lalu yang hanya 4,31 persen. Begitu juga lulusan diploma mengalami peningkatan pengangguran dari 5,87 persen menjadi 7,49 persen. Serta pengangguran lulusan SMK yang bertambah dari 7,21 persen menjadi 9,05 persen.

Sementara untuk tingkat pendidikan SD, SMP, dan SMA mengalami penurunan, masing-masing yakni dari 3,69 persen menjadi 3,61 persen, 7,44 persen jadi 7,14 persen, dan 9,10 persen menjadi 8,17 persen. 

"Februari 2015, TPT terendah ada pada penduduk berpendidikan SD ke bawah dan tertinggi pada jenjang pendidikan SMK, diikuti diploma dan universitas," jelas dia.

Secara persentase, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2015 sebesar 5,81 persen, meingkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 5,7 persen. Namun, angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan TPT Agustus 2014 yang sebesar 5,94 persen. 

Suryamin menjelaskan perubahan tingkat pengangguran di Indonesia terjadi selaras dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja yang sebanyak 3 juta orang dibandingkan dengan Februari 2014 atau sebanyak 6,4 juta orang jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2014. Sayangnya, angka serapan tenaga kerjanya jauh lebih rendah yakni hanya 1 juta jiwa selama periode Februari 2014-Februari 2015. 

Kendati pengangguran bertambah, Suryamin mengklaim jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2015 juga bertambah 6,2 juta orang dibanding keadaan Agustus 2014 atau bertambah 2,7 juta orang dibanding keadaan Februari 2014. JUmlah penduduk yang bekerja per Februari 2015 tercatat sebanyak 120,8 juta orang. 

Contoh Pengangguran di Lingkungan rumah:
Ada seorang bapak yang bekerja di Persusahaan Philips di Cileungsi, dan bapak tersebut diPHK, karena kondisi keuangan perusahaan menurun, atau perusahaan bangkrut. Karena bapak tersebut dipecat, sekarang dia mulai membuka usaha kecil-kecilan di depan rumahnya.


 Kesimpulan

 Pengangguran terjadidisebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasarkerja.Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.Setiap penganggur diupayakan memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinyaproduktif dan remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semuamasyarakat Indonesia. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadikomitmen nasional.Ketidakmerataan pendapatan karyawan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik jugasangat berpengaruh terhadap ketenagakerjaan di Indonesia. Semua permasalahan haldiatas tampaknya sudah dipahami oleh pembuat kebijakan (Decision Maker). Namun hal yang tampaknya kurang dipahami adalah bahwa masalah ketenagakerjaan ataupengangguran bersifat multidimensi, sehingga juga memerlukan cara pemecahan yang multidimensi pula

Saran

 Untuk mengurangi tingkat pengangguran, maka harus ada peran pemerintah. Pemerintahharus bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa terciptanya lapangan pekerjaan, sertamenjalankan kebijakan yang konsisten tersebut dengan sungguh-sungguh sampai terlihathasil yang maksimal. Pemerintah memberikan penyuluhan, pembinaan dan pelatihan kerjakepada masyarakat untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sesuai dengankemampuan dan minatnya masing-masing untuk mengembangkan kompetensi kerja gunameningkatkan kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan. Selain dari pemerintah,masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam upaya pengurangan jumlahpengangguran yang terjadi di Indonesia











Komentar Facebook