Menu

Jumat, 03 April 2015

SISTEM EKONOMI INDONESIA

1. Defenisi dan pengertian Sistem Ekonomi

    Menurut Gregory Grossman (1984), yang dimaksud dengan sistem ekonomi adalah
            Sekumpilan komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari unit-unit atau agen-  agen ekonomi serta lembaga-lembaga (institusi-institusi) ekonomi, yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan juga sampai tingkat tertentu saling   menopang dan  mempengaruhi.

Dari defenisi di atas,, ada beberapa aspek penting dalam suatu sistem ekonomi.
          a. komponen-komponen yang terdiri atas unit, pelaku, dan distribusi.
          b. saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur-kontinu.
          c. memiliki fungsi koordinasi.

a. Unit ekonomi
Unit ekonomi adalah individu atau kelompok dalam sistem ekonomi yang bekerja sama untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Misalnya rumah tangga konsumen, serikat pekerjaan, perusahaan dan kantor pemerintahan.

b. Agen ekonomi
adalah : seseorang yang menjelaskan fungsi-fungsi ekonomi tertentu. Misalnya, konsumen, pekerja, pengusaha, investor, dan perencana.

c. Institusi ekonomi
Dalam arti yang paling luas, institusi ekonomi adalah :sekumpulan norma-norma atau ( norms), aturan main ( rule of conduct ), dan cara pikir yang telah baku. ( esthablised eay of thinking ). contoh-contoh institusi perekonomian  adalah hak milik perusahaan, rumah tangga konsumen, pemerintah, uang, pajak, motifasi memperoleh keuntungan, perencanaan.

d. Saling terkait dan saling mempengaruhi secara teratur dan continue.
untuk terbentuknya sistem ekonomi, unit-unit, pelaku-pelaku dan institusi-institusi harus saling terkait dan mempengaruhi. Misalnya ada hubungan dan saling mempengaruhi antara rumah tangga dan perusahan. perusahan membeli faktor produksi input dari rumah tangga.

e. Memiliki Fungsi Koordinasi
Jika hubungan antarelemen dalam sistem ekonomi dapat diramalkan, sistem ekonomi dapat dipakai sebagai alat koordinasi. Elemen terpenting dari pengertian koordinasi adalah tercapainya keselarasan tindakan antarelemen dalam sistem, melalui proses komunikasi  atau pertukaran informasi,jadi sistem koordinasi yang baik harus didukung oleh data yang memadai,benar dan akurat, serta sistem informasi yang baik. Dengan demikian para pelaku ekonomi dapat menepatkan diri dengan benar ketika berinteraksi, tanpa harus saling mengenal secara pribadi.


Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :
a.Sarana pendorong untuk melakukan produksi
b.Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu
c.Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.

Macam-Macam Sistem Ekonomi

1. Berdasarkan yang mengatur mekanisme dapat dibedakan menjadi 4 bagian yaitu :

     - Sistem Ekonomi Tradisional
     - Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
     - Sistem ekonomi Komando (Terpusat)
     - Sistem Ekonomi Campuran

2. Berdasarkan yang mengatur kepemilikan Aset :

     - Sistem Ekonomi Kapitalis
     - Sistem Ekonomi Sosialis
     - Sistem Ekonomi Campuran

Penjelasan dari masing-masing Sistem Ekonomi :

1. Sistem Ekonomi Tradisional :

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :

       - Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
       - Hanya sedikit menggunakan modal
       - Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
       - Belum mengenal pembagian kerja
       - Masih terikat tradisi
       - Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran

Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional :

       - Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
       - Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
       - Tidak individualistis
       - Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional :
       - Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
       - Mutu barang hasil produksi masih rendah

2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”

Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :

       - Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
       - Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya
       - Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
       - Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
       - Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
       - Persaingan dilakukan secara bebas
       - Peranan modal sangat vital
       - Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
       - Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
       - Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
       - Munculnya persaingan untuk maju
       - Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
       - Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif          mencari laba

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :

       - Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
       - Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
       - Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
       - Sering terjadi gejolak dalam perekonomian

3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

Ciri dari sistem ekonomi Komando adalah :
- Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
- Hak milik perorangan tidak diakui
-Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan  perekonomian
-Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando :

-Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi      lainnya

-Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
-Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
-Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
-Jarang terjadi krisis ekonomi

Kekurangan Sistem Ekonomi Komando :

-Mematikan inisiatif individu untuk maju

-Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
-Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya

4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat,dimana pemerintah dan swasta saling berinteraksi dalam memecahkan masalalah ekonomi.

Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :

-Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
-Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
-Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
-Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kebaikan sistem ekonomi campuran

       -Kebebasan berusaha
       -Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas
       -Lebih mementingkan umum dari pada pribadi

Kelemahan sistem ekonomi campuran

       -Beban pemerintah berat dari pada beban swasta
       -Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan

5. Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem Ekonomi Kapitalis adalah system ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian. Dalam system ini pemerintah dapat ikut campur atau tidak sama sekali dalam system ekonomi ini.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis :

-Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi

-Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
-Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
-Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
-Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk    harga-harga.
-Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang  mengatur perekonomian menjadi efisien.
-Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba

Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis :
-Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
-Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal  yang terbaik dirinya.
-Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan    lebih kecil.

Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis :

-Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan  monopolistik.
-Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-  faktor eksternalitas  (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).

sistem ekonomi kapirtalis dibagi menjadi 2 yaitu:

         a. Kapitalisme awal (early capitalism)

Kapitalisme awal adalah : kapitalis pada abad ke-17 sampai sekitar menjelang abad ke-20. Kapitalisme awal berkembang subur di negara-negara Anglo Saxon. Nilai-nilai yang paling dominan dalam kapitalis awal adalah individualisme, kemajuan materiel dan rasionalitas. Nilai-nilai ini amat terlihat dalam ajaran Adam smith tentang mekanisme pasar.


         Menurut Adam Smith, tersediannya apa yang kita butuhkan bukan karena kebaikan yang memperhatikan nasib sesamanya,tetapi justru karena ambisi dan keserakahan  pribadi.

 Sebagai contohnya adalah : Orang yang memproduksi baju bukan karena dengan menjual bajulah dia memperoleh keuntungan.

       b. Kapitalisme modern ( Advanced Captalism )

Kapitalisme modern adalah sistem ekonomi kapitalis yang telah disempurnahkan. Penyempurnaan kapitalis moderen adalah dengan diterimanya peranan pemerintah dalam pengelolahan perekonomian. Kebebasan individu dibatasi dengan adanya pemberlakuan berbagai peraturan  kususnya Undang-Undang Anti Monopoli (Antiturs Law).

-Institusi-institusi dalam ekonomi kapitalis
Lima institusi pokok yang membangun sistim ekonomi kapitalis  adalah :

    1.) Hak Kepemilikan
Sebagian besar hak kepemilikan dalam sistem ekonomi kapitalis adalah hak kepemilikan swasta atau individu . Dengan hak kepemilikan ini sebenarya individu dalam masyarakat terpacu untuk produktif.
     2) Keuntungan
Dalam masyarakat kapitalis keuntungan (profit) selain memuaskan nafsu untuk menimbun kekayaan produktif, juga merupakan bagian dari ekspresi diri.
     3.) Konsumerisme
Konsumerisme sering di identikan dengan hedonisme , yaitu falsafah hidup mengajarkan untuk mencapai kepuasan sebesar-besarnya selama hidup di dunia ini. Konsumerisme dalam arti negatif dapat dianggap sebagai gaya hidup yang penuh dengan pemborosan, tetapi dalam arti positif  adah\lah gaya hidup yang sangat menekankan kepentingan kualitas barang dan jasa yang digunakan. Sebab tujuan akhir dari penggunaan barang dan jasa adalah meningkatkan nilai kegunaan )utilitas) kehidupan.
     

6. Sistem Ekonomi Sosialis
Suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah.Pemerintah mengatur berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

Ciri-ciri Sistem ekonomi sosialis :

       -Lebih mengutamakan kebersamaan
       -Peran pemerintah aktif
       -Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Kelebihan sistem ekonomi Sosialis :
       -Disediakannya kebutuhan pokok oleh pemerintah
       -Kegiatan ekonomi didasarkan perencanaan negara
       -Produksi dikelola oleh Negara

Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis :
      -Sulit melakukan transaksi
      -Membatasi kebebasan
      -Mengabaikan pendidikan moral

Ada 2 sistem ekonomi Kapiralis yaitu
      - Sosialisme maxisme
      - Sosialisme maxisme

a. Sosialisme maxisme

     Ajaran maxisme merupakan ajaran tentang evolusi perkembangan sistem masyarakat ( ekonomi) dari tahap terendah hingga tertinggi.
Menurut karl maxx, perkembangan masyarakat (sosial) dibagi menjadi 6 tahap :

1.) Tahap komunisme awal : suatu kondisi awal yang sangat sederhana. Masyarakat masih sangat komunal (kekeluargaan), dimana semua aset yang ada adalah milik bersama.

 2.) Tahap perbudakan (slavery) : Perkembangan awal yang buruk dimana sekelompok kecil manusia memperbudak manusia lainya.

3.) Tahap Feodal (feodalism): Perkembangan yang lebih buruk lagi. segelintir manusia (bangsawan) dan bertindak seolah-olah wakil Allah di bumi ini.

 4.) Tahap Kapitalis (capitalism): Puncak perkembangan yang paling buruk dalam sejarah ekonomi. Kekuasaan pemilik modal lebih besar dari bangsawan. Lagipula tindakan pemilik modal terhadap kaum miskin juga sangat kejam. Mereka tega hidup maju di atas “pengisapan darah” sesama manusia.

       5.) Tahap sosialisme (socialism): Pada tahap ini, aset ekonomi telah menjadi milik bersama. Namun demikian peranan pemerintah masih sangat diperlukan sebagai pengatur.

       6.) Tahap komunisme (comunism): Inilah tahap kematangan sosial ekonomi . Tahap ini pada dasarnya  sama dengan tahap sosialisme, tetapi pemerintah sudah tidak ada lagi.Sebab manusia sudah  dewasa dan lepas dari penderitaan. Mereka bekerja bukan karena kelaparan, melainkan lebih karena ekspresi diri.

b.  Sosialisme-komunisme

 Dalam analisis Marx, istilah komunis mengacu pada kondisi masyarakat ideal, yang kelak akan dicapai oleh manusia, setelah melalui tahap-tahap evolusi sosial-ekonomi. Namun dalam pandangan para pempin Marxisme Rusia di awalabad ke-20, terutama Lenin dan penggantinya (stalin),jika menunggu seperti tahap evolusi Karl Marx mengenal mengena komunis ideal, masih terlalu lama terwujud. Lenin dan Stalin mempercepat proses evolusi sosial tersebut dengan melakukan tindakan kongkret.

1.                      Tindakan pertama adalah merebut kekuasaan dari tangan borjuis. Dalam hal ini adalah kaisar Rusia pada saat itu, Tsar Nicholas II.Mereka melakukan lewat revolusi sosia 1917 (dikenal sebagai revolusi Bolsevik) yang berhasil meruntuhkan kekuasaan Negara.
2.                      Langkah selanjtnya adalah mempercepat proses terbentuknya masyarakat komunis yang diimpikan. Menurut Lenin percepatan itu hanya mungkin jika :
a.    Mereka memegang kekuasaan mutlak atau diktator.
b.   Mereka harus menghancurkan pusat-pusat kekuatan kapitalis, yaitu eropa Barat dan Amerika Serikat
c.    Agar dapat terbentuk militer yang kuat, maka industri juga harus kuat.

d.   Untuk mempercepat basis kekuatan, mereka harus menyebarkan, ajaran komunis ke seluruh dunia, sekaligus mengubah negara-negara di dunia ini menjadi negara komunis.

Empat alasan di atas yang membawa separuh, waktu dunia abad ke-20 dicekam perang dingin (cold war) Barat dengan Timur. Runtuhnya Unisoviet dan Eropa Timur di era 1990-an telah mengurangi tekanan perang dingin, sekaligus membuktikan kegagalan sistem komunis.

Sistem Perekonomian Indonesia

Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikat , dua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orede Baru hingga sekarang :

1. Sistem Ekonomi Demokrasi

   Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. 
   Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi :

-Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang  banyak dikuasai oleh negara.

-Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan  dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.
-Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
-Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta  mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
-Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan  kepentingan masyarakat.
-Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
-Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi :

Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.
Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat

2.Sistem Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. 

Ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah :

-Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang  sehat.
-Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas  hidup.
-Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
-Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
-Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.





Sumber : 
  
Rahardja, Prathama, Mandala Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi ( Mikro ekonomi & makro ekonomi) edisi 3 : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Komentar Facebook